Review Fate Apocrypha Episode 18 : Anak-anak yang Tersesat - Revinime

Review Fate Apocrypha Episode 18 : Anak-anak yang Tersesat

Share:
Sebelum di Fate/Apocrypha. Master dari Jack the Ripper (JTR) telah terbunuh oleh panah dari Atalanta atau Archer Merah. Namun setelah Atalanta melihat sosok JTR yang sebenarnya, Atalanta sepertinya sangat menyesal karena keinginan dari Atalanta kepada Cawan Suci adalah untuk menyelamatkan dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak di muka bumi.

JTR atau Assassin Hitam yang kehilangan masternya yang sudah dianggapnya sebagai ibu sendiri pun murka kepada semua servant yang ada di tempat itu dan melancarkan sebuah ilusi atau lebih tepatnya kenangan buruk masa lalunya kepada musuhnya. Dan ternyata benar, alasan JTR selalu mengatakan "watashi-tachi" (artinya: Kami) karena Jack the Ripper adalah perwujudan dari jiwa anak-anak yang telah dibunuh atau lebih tepatnya dimanfaatkan untuk kepentingan perang pada masanya. Sehingga identitas Jack the Ripper pada anime Fate/Apocrypha ini adalah perwakilan jiwa yang menjadi seorang servant kelas Assassin.

Atalanta yang melihat para anak-anak itu akan dilenyapkan oleh Jeanne d'Arc pun sangat murka kepada Si Perawan Suci itu. Namun Jeanne sendiri tidak menganggap dirinya sendiri sebagai Perawan Suci karena bagi dirinya dia telah menulut api peperangan hanya dengan sebuah isyarat dengan sebuah bendera Orlean miliknya dan secara tidak langsung telah membunuh orang. Debat antara Atalanta dan Jeanne pun tidak terhentikan karena cara Jeanne yang bagi Atalanta salah dan baginya masih ada cara lain untuk menyelamatkan anak-anak itu dengan sebuah keajaiban dari Cawan Suci.

Setelah JTR resmi gugur dalam perang ini, itu berarti tinggal tersisa setengahnya dan anime ini akan mendekati akhir. Belum ada konfirmasi resmi apakah anime ini akan dibuat sekuel namun menurut kronologis Fate/Apocrypha tidak mempunyai jalan cerita lagi dan kemungkinan besar anime ini akan berakhir pada satu season dengan dua cour yang semuanya berjumlah 25 episode. Namun bagi saya, anime ini kurang mendapat penjelasan untuk setiap tokohnya. Bahkan setiap episodenya pasti ada beberapa tokoh yang tidak terlibat.

Setelah lagu penutup selesai, untuk yang kedua kalinya ada adegan tambahan setelah itu, William Shakespeare atau Caster Merah terlihat sedang sibuk menulis sebuah cerita tentang Perang Cawan Suci ini dalam sebuah buku. Karena memang keinginan Caster itu hanyalah menyaksikan dengan kedua matanya apa yang terjadi pada perang ini dan mengabadikannya dalam sebuah karyanya. Bagi saya, Shakespeare terlihat seperti narator untuk anime ini dan cocok sekali daripada harus ikut perang.

Tidak ada komentar