Review Fate Apocrypha Episode 22 : Penyesalan dan Sebuah Janji - Revinime

Review Fate Apocrypha Episode 22 : Penyesalan dan Sebuah Janji

Share:
Episode keduapuluh dua ini, dibuka dengan servant Archer dari faksi merah yang bernama Atalanta. Di episode ini, Atalanta sepertinya sangat frustasi bahkan dia sampai mengamuk dan menggunakan Harta Mulia (Noble Phantasm / Hougo) miliknya demi balas dendam kepada Jeanne d'Arc yang sudah membunuh para anak-anak yang menjelma sebagai Jack the Ripper. Harta Mulia milik Atalanta yang bernama Arigus Metamorphosis yang merupakan sebuah bulu Babi Caledonia yang pernah diburu olehnya dan Harta Mulia ini menyatukan bulu tersebut dengan dirinya sendiri untuk mendapatkan kekuatan layaknya seorang servant kelas Berserker.

Di awal episode ini, memang saya sedikit kecewa dengan grafisnya yang sangat buruk bahkan menurut saya sendiri grafis pada adegan pertarungan selama ini di anime Fate Apocrypha benar-benar sangat buruk bahkan jika dibandingkan dengan Fate stay night buatan Deen, Fate Apocrypha ini sangat buruk bahkan grafisnya itu sangat mirip dengan manga bergerak daripada sebuah anime. Meskipun begitu, adegan-adegan pertarungan ini bisa dikatakan epik jika tidak terlalu over power. Selain pertarungan Atalanta vs Jeanne, di episode ini kita juga melihat pertarungan Karna vs Siegfried yang tidak kalah epik dengan pertarungan sebelumnya. Meski awalnya Sieg yang menjelma menjadi servant kelas Saber ini sempat kewalahan tetapi Karna dengan sifatnya yang sangat dermawan menghentikan sementara pertarungan itu dan sempat meminta kepada mantan master dari Frankenstein untuk menyelamatkan para master faksi merah terdahulu yang sedang ditahan oleh Amakusa Shirou di Kastil Terbang itu.

Sementara itu, pertarungan antara Atalanta dan Jeanne terpaksa harus diganggu oleh Achilles yang pernah berjanji akan melindungi servant yang selalu dia panggil dengan sebutan "Ane-san" (Nona) itu, dan kini Jeanne digantikan oleh Achilles. Di episode ini, sepertinya Achilles sangat berpengaruh karena sebelum pergi untuk menghadapi Atalanta dia menyerahkan sebuah Harta Mulia berupa Perisai kepada Astolfo untuk menyelamatkan masternya yaitu Sieg.

Sama seperti pertarungan Atalanta, pertarungan antara Si Pembunuh Naga Fafnir dan Anak Dewa Matahari terpaksa harus mendapatkan gangguan oleh Astolfo. Meskipun begitu, Karna tidak pernah kesal kepada Astolfo yang menggangu pertarungannya itu. Akhirnya pun Karna harus gugur dalam pertarngan 2 lawan 1, dan sebelum gugur kita mendapatkan informasi penting kalau Caster Merah atau William Shakespeare akan menjadi lawan yang tangguh untuk Jeanne d'Arc. Bahkan ketika Jeanne akan berhadapan dengan Semiramis, Semiramis membiarkan Jeanne untuk menghadapi Caster. Sayangnya pertarungan itu harus kita tunggu di episode selanjutnya.

Selain Karna yang gugur di episode ini, Achilles dan Atalanta juga harus gugur dalam pertarungannya sendiri. Itu berarti jumlah antata dua faksi sekarang mulai seimbang. Dan kita juga masih belum tahu apa yang sedang dilakukan Modred dan masternya karena mereka tidak mendapatkan peran sedikit pun di episode ini.

1 komentar:

  1. hmm terimasih gan akhirnya aku tau jalan ceritanya fateApocrypha

    BalasHapus