Review Fate Apocrypha Episode 23 : Ingatan yang Mematikan - Revinime

Review Fate Apocrypha Episode 23 : Ingatan yang Mematikan

Share:
Episode sebelumnya kita mengetahui kalau Modred si Ksatria Penghianat dan Masternya tidak mempunyai jatah tampil sama sekali, untungnya di episode 23 ini Modred dan Sisigo mendapatkan jatah tampil yang lumayan banyak atau sekitar setelah episode. Episode kali ini, dibuka oleh Modred dan Sisigo yang menuju tempat di mana Semiramis berada dan mereka dipertemukan di episode ini dan tentu akan melibatkan pertempuran yang epik. Menurut saya sendiri pertarungan Modred vs Semiramis ini memang tidak seseru episode sebelumnya, pertempuran kali ini lebih menekankan kepada Modred yang memang dia adalah servant central dan dianggap sebagai tokoh utama sejak episode pertama. Namun, setalah pertarungan yang lumayan sengit itu terpakda harus berakhir seperti pertempuran antara Atalanta vs Achilles yang keduanya berakhir tragis.

Selama setengah episode ini kita akan terus menerus melihat Modred dan uniknya lagi kita juga melihat flashback ketika Modred akan mencabut pedang Caliburn. Di sana juga ada beberapa tokih yang tidak asing bagi kalian yang pernah menonton seri Fate yang lain terutana Fate/stay night. Karena Arhuria Pendragon kembali muncul sebagai ayah dari Modred. Oke, bagi kalian yang masih bingung kenapa Modred tetap memanggil Arthur sebagai Ayah padahal kita jelas-jelas bisa mengetahui kalau keduanya adalah wanita, kalian bisa lihat artikel berjudul "Mengungkapkan Jenis Kelamin King Arthur". Selain Arthuria yang muncul dalam flashback Modred ini, kita juga melihat sosok karakter baru berambut putih. Jika kalian tidak tahu, dia adalah Merlin. Dan karena Merlin inilah kenapa Arthuria dipanggil Ayah.

Setelah pertempuran antara Modred vs Semiramis selesai dengan kemenangan Modred, tetapi kita belum tahu pasti apakah Semiramis benar-benar mati. Alasannya karena kita belum melihat jasadnya, kemudian kastil terbang masih ada dan ketika Astolfo dan Sieg akan menghampiri Jeanne, Astolfo terjebak oleh perangkap berupa rantai yang pernah digunaknan Semiramis ketika pertempuran dengan Modred. Jadi belum dipastikan apakah Semiramis benar-benar mati. Tetapi, dengan gugurnya Sisigio yang merupakan master dari Modred, Modred yang harus kehilangan masternya juga harus menghilang dan harus gugur lebih dulu.

Sementara itu, Jeanne yang mencoba untuk merebut kembali Cawan Suci Agung harus berhadapan dengan Caster Merah atau William Shakespeare terlebih dahulu. Menurut Karna atau Lancer Merah, Shakespeare adalah lawan yang sangat tanggung untuk Jeanne d'Arc atau Ruler meski kita tahu di beberapa episode sebelumnya Shakespeare tidak berperan penting dalam setiap pertarungan bahkan dia selalu menghindari segala macam bentuk pertempuran. Di episode ini, kita akhirnya melihat Noble Phantasm (Hougu) milik sang Caster dari faksi merah itu yang bisa membuat lawannya mengingat masa lalu. Dan sepertinya kita kembali disuguhi flashback lagi namun untuk yang ini kita melihat flashback yang tidak biasa karena ini adalah sebaian dari Noble Phantasm milik Caster.

Di episode ini juga, kita melihat tokoh yang tidak asing lagi di kehidupan Jeanne dan juga pernah berperan sebagai Caster di Fate/Zero. Ya, dia adalah Gilles de Rais. Di episode ini menurut Shakespeare sendiri, kemunculan Gilles ini bukanlah sebuah bagian ilusi tetapi Gilles yang muncul adalah Gilles yang asli da dipanggil berbagai servant. Apakah ini benar atau tidak, meskipun begitu kita harus menunggu episode selanjutnya di Minggu depan untuk mengungkap kebenarannya.

1 komentar: